Sistem Sekolah Zonasi Untuk Pemerataan Akses Pendidikan

Spread the love

Original thread by The SMERU Research Institute (@SMERUInstitute)

Halo, Kak @Outstandjing. Terima kasih sudah mengangkat isu zonasi. Sebenarnya, penerimaan siswa baru di sekolah negeri dgn sistem zonasi adalah utk pemerataan akses layanan pendidikan agar setiap anak punya peluang yg sama utk masuk sekolah negeri & tdk ada lagi sekolah unggulan.

Lah kita ini mau sekolahin anak di sekolah unggulan juga kepentok Zonasi soalnya rumahnya jauh ?


— QRT https://twitter.com/Outstandjing/status/1529045813485133824

Dgn sistem zonasi, siswa jadi punya peluang tinggi untuk bisa diterima di sekolah negeri terdekat dari rumah mereka karena nilai kelulusan (SD dan SMP) tidak lagi jadi syarat sekolah negeri.

#ProgramRISE punya studi mengenai zonasi yang dapat melengkapi pemahaman bersama.


Saat ini, kriteria penerimaan siswa di sekolah negeri adalah jarak dr rumah ke sekolah, nilai kelulusan, afirmasi, dan perpindahan orang tua.

Dengan perubahan sistem penerimaan ini, #ProgramRISE di Indonesia ingin melihat dampaknya terhadap pembelajaran.

Sistem Sekolah Zonasi Untuk Pemerataan Akses Pendidikan

Sebagai gambaran, berikut adalah alokasi penerimaan siswa di SMP negeri sebelum dan sesudah kebijakan zonasi. Dapat terlihat, siswa dengan jarak terdekat, meskipun nilai UASDA rendah, kini memiliki akses ke sekolah negeri.

Poin utamanya adalah pemerataan akses.


Lalu, apakah pemerataan akses layanan pendidikan dengan sistem zonasi ini berdampak terhadap pembelajaran siswa? (Dalam studi ini adalah siswa SMP di Kota Yogyakarta)

Ada 4 hasil temuan utama dalam studi ini:
1) Tiap kelompok siswa mendapatkan manfaat belajar yang berbeda-beda.


2) Komposisi siswa di tiap sekolah jadi lebih beragam. Dulu, sekolah-sekolah unggulan hanya diisi oleh siswa dengan nilai akademik baik (homogen), sekarang komposisi tiap sekolah jadi lebih beragam (heterogen).


3) Siswa dari latar belakang ekonomi menengah ke bawah sekarang dapat menikmati layanan pendidikan di sekolah negeri. Setelah sebelumnya sekolah unggulan negeri kebanyakan diisi oleh siswa menengah ke atas.

Baca Juga  Apa Itu LinkedIn?


4) Waktu perjalanan siswa dari rumah ke sekolah berkurang karena sekarang sekolahnya sudah semakin dekat.

Hasil temuan ini berdasarkan studi di Kota Yogyakarta, yang mungkin akan berbeda di kota lainnya.


Selain itu, kami juga mencatat respons guru terhadap kebijakan zonasi ini.

Karena komposisi siswa di kelas sekarang lebih beragam, guru pun mulai mengubah cara mengajar mereka. Namun, memang belum terlihat dampaknya terhadap hasil pembelajaran siswa.


Untuk membaca hasil temuan studi #ProgramRISE ini secara lengkap, silakan unduh kertas kerjanya di http://bit.ly/RISE-kertaskerja7

Atau versi singkatnya, melalui infografik: http://bit.ly/RISE-infografikPPDBzonasiYK


Kebijakan penerimaan siswa baru dengan sistem zonasi memiliki semangat yang baik untuk pemerataan akses layanan pendidikan bagi siswa.

Kebijakan ini tentu memiliki proses panjang utk menjadi kebijakan yang ideal bagi seluruh siswa di Indonesia dengan kebutuhan yang berbeda-beda.


Tidak hanya terkait zonasi, #ProgramRISE juga melakukan banyak studi terkait guru dan inovasi kebijakan di daerah.

Simak publikasi kami lainnya di https://rise.smeru.or.id/


Spread the love

Leave a Reply