Sharing Pengalaman Mengenai Evakuasi Dalam Air

  • Post category:Pengetahuan
Spread the love

Original thread by Rizki Nauval Mujahid (@rizkirnm)

Mengenai evakuasi kang Eril yang udah beberapa hari, sampe hari ini udah hari ke 6. Jadi pengen sharing beberapa kali pengalaman evakuasi dalam air.


Ngga so ngide apa so ngartis juga sih, cuman impressions di twitter lumayan banyak juga setelah diliat analisis beberapa tweet kebelakang.


Jadi di Indonesia pun, hampir sama, evakuasi di air emang jadi sedikit kesusahan dikarenakan beberapa faktor. Air keruh, kekurangan peralatan canggih, minimnya pengetahuan bagi seorang penyelamat dsb.


Yang mau dishare kali ini tentang evakuasi dalam air adalah kondisi jenazah dalem air itu yang pertama, bisa jadi tersangkut, dibawah air itu banyak banget hal yang biasa sampe aneh ditemuin.


Apalagi di Bandung, beberapa kali masuk ke air sungai citarum nyari jenazah, banyak banget barang yang bisa bikin nyangkut jenazah, ada ranting, kawat berduri, bebatuan kasar, dan lain lain sampai sampah yang bentuknya udah ga beraturan.


Kedua, orang tenggelam itu otomatis akan berada didasar air sampai beberapa waktu, secara garis besar menurut ahli meninggal tenggelam itu di akibatkan masuknya cairan kedalam saluran pernafasan sehingga terjadi kegagalan pengaliran udara ke paru-paru. Dan mereka akan tenggelam.


Ketiga, jenazah akan naik kepermukaan setelah beberapa hari, dikarenakan mayat mengapung terjadi karena mengadopsi prinsip udara. Di dalam tubuh kita terjadi proses pembusukan dari kuman dan bakteri.


Dari proses pembusukan itu, menghasilkan banyak udara sehingga lama-lama tubuh dapat membengkak dan akhirnya muncul ke permukaan air.


Udah diposisi ketiga ini barulah kita bisa mudah mencari jenazah. Dan biasanya sampai ke kondisi ketiga ini perlu waktu 1-2 pekan. Dah dulu ya. Sebenernya masih banyak yang mau diketik, tapi ngerjain kerjaan dulu. Nanggung.

Baca Juga  Kisah Tukang Becak, yang Merasa Dilayani Masjid Jogokariyan dengan Baik

Semoga penyelamatan di sungai Aar dapat dilaksanakan dengan lancaar yaa. Galupa doa terbaik jangan lupa dipanjatkan, semoga kang eril ditemukan dalam kondisi apapun, meskipun sangat diharapkan kang eril ditemukan dalam keadaan baik-baik saja. Aamiin.


Masih pada on buat dilanjut kah? 🙁 kalo twitter bisa blok gambar jenazah yang di blur ngga ya? Buat knowledge ?


Bismillah. Lanjut thread kmaren ya. Ini kita baru bahas evakuasi dalam air. Bahasan kali ini reaksi tubuh ketika lepas di evakuasi.


Engga jarang korban berhasil di evakuasi kurang dari seminggu, dalam hal ini rescuer biasanya menggunakan insting indra peraba, secara notabene kurang dari seminggu korban masih berada di dasar air.


Nah (maaf kalo kurang sopan) selain meraba dengan tangan, kita pun dapat merasakan pijakan kita ketika berada didalam air. Hal ini yang membuat kita tau bahwa kita sedang menyentuh jenazah.


Pernah pula kita sangka korban, yang ternyata malah bangkai hewan lain. Atau bahkan saya sendiri pernah berjumpa ular didalam air. Serem sih ini HAHA


Untuk jenazah kurang dari 1 minggu yang masih di dasar air, biasanya kondisi korban masih normal. Belum adanya perubahan warna pada kulit korban, hanya ada perubahan pada bentuk tubuh seperti bertambahnya ukuran badan korban. Atau pembengkakan.


Berbeda lagi dengan korban kurang dari 1 minggu dengan adanya luka luar. Biasanya bekas luka (cth : sayatan) akan berwarna putih pucat dengan luka daging menganga.


Sudah tidak keluar lagi darah. Biasanya ini sih forensik yang akan meneliti bahwa luka ini terjadi diluar air apa didalam air.


Pun pernah mengevakuasi jenazah pula yang kurang dari 1 minggu dengan kondisi badan mengeras dan pembuluh darah kepala pecah. Sehingga dari lubang mata, hidung dan telinga mengeluarkan cairan.

Baca Juga  Apakah Kamu Tahu Bedanya Bihun Dan Sohun?

Ahya, bahkan saya pernah mengevakuasi korban dalam air (sumur) yang selisih 3-4 jam dari korban jatuh. Kondisi jenazah ini masih normal seperti biasa, badan masih bisa ditekuk dan tidak ada perubahan tampak luar.


Kembali ke sungai. Seperti yang mas @lalahlaaaah sebutkan. Memang, cara kita mencari jenazah dalam air ini dengan cara mengacak ngacak arus sungai, guna berharap jenazah naik ke permukaan ataupun “tersentuh” oleh rescuer.


Beberapa kali efektif, beberapa tidak. Ketika kurang efektif, dan tidak membuahkan hasil, kita mengulangi hal yang sama di esok hari. Hingga jenazah muncul ke permukaan.


Dan, perlu manteman onlen ketahui. SOP pencarian korban itu hingga matahari terbenam (sumber rekan BASARNAS yang lebih tau SOP pencarian)


Dikarenakan ketika langit sudah gelap, selain pencahayaan yang kurang sempurna, akan membahayakan pula bagi seorang rescuer nya.


Hal alternatif lain ketika gelap, beberapa dibagi kelompok untuk mengamati dari jauh arus sungai dan permukaan sungai. Berharap jenazah naik ke permukaan.


Kurang lebih begitu. Semoga manteman semua mengerti yang disampaikan yaa. Dirasa kata yang saya gunakan begitu belepotan. Semangat terus, manusia dalam berbuat baik. Cmiiw


Besokk ada thread baru yaa, semoga bangun pagi, tulisan udah ready. Semoga berkenan membaca kisah lain dari seorang pemadam kebakaran hehe ✨ selamat istirahat semua


Spread the love

Leave a Reply