Sejarah RT/RW, Warisan Jepang Yang Masih Ada Di Indonesia

  • Post category:Pengetahuan
Spread the love

Original thread by Neo Historia Indonesia (@neohistoria_id)

Sejarah RT/RW, warisan Jepang yang masih ada di Indonesia.

{Sebuah Utas}

Sejarah RT/RW, Warisan Jepang Yang Masih Ada Di Indonesia

Ave Neohistorian!

Sistem Rukun Tetangga dan Rukun Warga atau yang lebih dikenal sebagai RT/RW adalah pembagian administrasi di Indonesia yang berada di bawah kelurahan.


Fungsi dari pembagian ini adalah untuk meningkatkan pelayanan pemerintah di lingkungan-lingkungan yang lebih kecil dan spesifik, terutama di kota-kota besar. Penanda RT/RW biasanya berupa angka dan dikepalai oleh Ketua RW atau Ketua RT yang “umumnya” dipilih secara demokratis.


Namun demikian, tidak semua daerah di Indonesia memiliki sistem RT/RW.


Sistem RT/RW sendiri merupakan warisan dari masa penjajahan Jepang pada saat Perang Pasifik berkecamuk pada tahun 1941 hingga 1945. Kekaisaran Jepang yang saat itu berambisi untuk menguasai Asia meresmikan sistem Tonarigumi (隣組) yang artinya Rukun Tetangga dalam bahasa Jepang.


Sistem Tonarigumi sebenarnya sudah ada sejak zaman Edo tetapi baru benar-benar diresmikan oleh pemerintah Jepang pada 11 September 1940, di bawah pemerintahan kabinet Perdana Menteri Fumimaro Konoe.


Tujuannya adalah untuk membantu pemerintah mengendalikan warga lokal dan mengawasi pembagian sembako, menjadi kantor pemadam kebakaran lokal, mendirikan puskesmas, hingga menjadi saluran pemerintah untuk menyebarkan propaganda kepada masyarakat umum.


Tonarigumi juga berfungsi sebagai alat pemerintah untuk mengendalikan dan memata-matai warga yang tidak patuh terhadap pemerintah, seperti warga yang menolak peperangan atau pemuda-pemudi menjadi komunis.


Pada tahun 1944, Jepang yang semakin terdesak dalam Perang Pasifik mewajibkan setiap Tonarigumi mempersiapkan milisi rakyat untuk mempersiapkan diri jika suatu saat terjadi invasi Sekutu. Sistem Tonarigumi dihapuskan saat pendudukan Sekutu atas Jepang pada tahun 1947.


Sistem Tonarigumi juga diterapkan di wilayah pendudukan militer Jepang dan beberapa masih bertahan hingga sekarang, termasuk sistem RT/RW di Indonesia.

Baca Juga  Bagaimana Tata Cara Melakukan Sujud Sahwi?

Referensi:

Schwartz, Frank J; Susan J Pharr (2003). The State of Civil Society in Japan. Cambridge University Press.

Cook, Haruko Taya; Theodore F. Cook (1992). Japan at War: An Oral History. New York: The New Press.


Spread the love

Leave a Reply