Kenali Kesehatan Mental Dan Permasalahan Ibu Rumah Tangga

Spread the love

Original thread by Bayu Alamsyah (@aprilliouz)

Mengenal lebih dalam tentang kesehatan mental dan permasalahan Ibu Rumah Tangga.

-A Thread
-Sebuah Utas
-Pembahasan Psikologi

Kenali Kesehatan Mental Dan Permasalahan Ibu Rumah Tangga

[Disclaimer]
Thread ini bukan ditujukan untuk mengagungkan peran perempuan sebagai istri atau ibu rumah tangga, bukan pula menyudutkan pihak suami.
Thread ini dimaksudkan untuk memberikan beberapa sudut pandang lain, agar banyak pihak yang bisa mengenal peran ibu rumah tangga.


Tentunya ini diharapkan bisa memberikan kesadaran agar semua pihak saling menghargai satu sama lain, menyadari bahwa peran ibu rumah tangga tak harus disepelekan,
dan tentunya thread ini butuh untuk dibaca dengan bijak, dan diberi masukan / tambahan untuk bisa lebih baik lagi.


Belakangan ini ada sebuah kasus yang menghebohkan, yaitu seorang Ibu rumah tangga yang membunuh anaknya sendiri. Tentu ini bukanlah sebuah peristiwa yang baik, dan tindakan pelaku juga bukan hal yang dibenarkan.


Kendati begitu, peristiwa ini membuka kesadaran baru, bahwa pelaku mungkin punya alasan tersendiri. Dari situ, bisa disimpulkan juga bahwa menjadi ibu rumah tangga ternyata adalah pekerjaan yang tidak mudah. Peran ini sangat rentan dengan beban mental dan rawan dengan depresi.


Apakah maksudnya ini menormalisasi seorang ibu rumah tangga untuk bertindak keji seperti yang dilakukan pelaku tersebut? tidak sama sekali. Namun justru, ini menjadi pengingat bahwa kesejahteraan ibu rumah tangga tak kalah pentingnya dengan profesi dan peran-peran lainnya.


Apa sajakah masalah-masalah mental yang dialami? Berikut adalah diantaranya:
1. Usia merupakan salah satu faktor krusial yang perlu dipertimbangkan untuk menjalani pernikahan. Karena kematangan mental, kebutuhan berdasarkan perkembangan psikis, itu memengaruhi persiapan.


2. Ada suatu fenomena yang masih tidak dipahami oleh banyak orang, yaitu babyblues dan postpartum depression. Kecemasan dan depresi yang disebabkan beberapa faktor ini merupakan hal yang wajar terjadi pada ibu baru, dan tentunya seharusnya dipahami banyak orang.

Baca Juga  Benarkah Ratu Mesir Nefertiti Bukan Dari Kalangan Manusia?

3. Pembagian peran, yang seringkali banyak dianggap berdasarkan gender, atau status seperti siapa yang memasak, siapa yang beres-beres, dan tuntutan serta kurangnya apresiasi karena pemahaman yang tepat, seringkali menjadi penyebab beban mental bagi perempuan sebagai istri.


4. Nah selain dari pasangan atau keluarga. Kadang lingkup sosial juga memberikan permasalahan tersendiri. Perbandingan, tuntutan secara tidak langsung, gosip dan obrolan tetangga menjadi suatu penyebab beban pikiran diemban ibu rumah tangga.


5. Banyak tugas, banyak waktu yang tersita untuk pekerjaan. Sehingga kurang waktu untuk mengenal diri, memanjakan diri, memperbaiki mood, dan healing dari beban mental yang dialami.


6. Salah satu tugas tambahan yang muncul di kala pandemi adalah, menjadi pengajar untuk anak yang biasanya sekolah. Memberikan penjelasan tentang materi sekolahnya menjadi tantangan tersendiri. Hasil penelitian bahkan mengatakan tingkat stres IRT meningkat karena pandemi.


7. Tentunya selain Ibu Rumah Tangga yang berpasangan, ada pula Ibu Rumah Tangga bekerja atau Worker mom, dan ada pula yang merupakan single parent. Entah karena perceraian, bekerja berjauhan, atau karena ditinggal meninggal pasangan.


Lalu bagaimana cara mengatasi permasalahan yang dialami Ibu Rumah Tangga semacam ini?
Berikut adalah beberapa diantaranya:


1. Wawasan dan pemahaman yang tepat.
Ini penting, karena seringkali sebagai yang menjalani perannya sendiri, banyak ibu rumah tangga yang tidak sadar bahwa perannya ini merupakan peran yang berharga dan layak diapresiasi.


Begitu pun sebagai suami, sebagai anak, tidak semua sudah punya wawasan memadai. Perlu pemahaman bahwa baik istri maupun suami sama-sama berhak untuk saling bercerita dan didengarkan. Sama-sama perlu pembagian peran yang tepat.


Kemudian jika ada masalah psikis yang perlu penanganan profesional, itu merupakan hal yang sah-sah aja untuk dilakukan. Bahkan kadang konseling pernikahan dan keluarga juga diperlukan.

Baca Juga  Rasakan Perasaan Yang Tidak Enak Agar Segera Melepasnya

2. Sebagai salah satu langkah pencegahan, pilihlah pasangan yang paling tepat. Diskusikanlah berbagai hal untuk masa depan yang akan dijalani. Bukan semata sekadar membahas tentang kemapanan pasangan, keilmuan dan latar belakang keluarga pasangan,


namun juga sejauh mana kita dan pasangan terbuka tentang kesehatan mental, bagaimana saling menghargai dan bagaimana pembagian peran jika sudah menikah nantinya.


3. Jika sekarang sudah menikah, mulailah untuk terbuka dan belajar memperbaiki komunikasi. Jika kamu laki-laki, pahami bahwa tak ada salahnya mengapresiasi, memberi kesempatan untuk istri beristirahat, me time, dan membiarkan istri tetap produktif dan berkarya jika memungkinkan.


Sebagai perempuan, tentunya selain tetap mengapresiasi, mensupport suami, dan memberi peran yang layak, membicarakan apa yang menjadi unek-unek atau keinginanmu juga merupakan hal yang wajar.


Semoga thread ini bermanfaat!
Sekali lagi, disclaimer. Thread ini bukan bertujuan untuk membenarkan istri atau ibu rumah tangga dalam semua tindakannya, melainkan menyadarkan bahwa baik istri, suami, anak, semua punya perjuangan tersendiri.


Semua layak untuk tetap disupport, didengarkan, diapresiasi, dan diberi perhatian.
Karena tentunya ini penting untuk menjaga kesehatan mental dan mencegah hal yang tidak diinginkan, seperti pembunuhan yang dilakukan ibu rumah tangga yang viral tempo hari.


Mohon baca thread ini sampai selesai, bijaklah dalam menyimak dan mengambil pesannya, carilah bantuan profesional jika memang ada masalah yang membebani psikismu.
Oke?


Referensi: https://www.psychologytoday.com/us/blog/therapy-and-community/201906/baby-blues-or-something-more
https://www.verywellmind.com/what-is-postpartum-depression-4847104
https://www.verywellfamily.com/postpartum-blues-vs-postpartum-depression-4770580
https://www.psychologytoday.com/us/blog/so-happy-together/202001/how-do-gender-roles-impact-marriage
https://www.psychologytoday.com/us/blog/domestic-intelligence/201305/depression-and-women
https://www.verywellmind.com/erik-eriksons-stages-of-psychosocial-development-2795740
https://id.theasianparent.com/penyebab-stres-ibu
https://pijarpsikologi.org/blog/mengenal-profesi-ibu-dalam-keluarga
https://yayasanpulih.org/2021/06/yuk-pahami-konflik-peran-yang-dialami-pekerja-perempuan/


Referensi:
https://yayasanpulih.org/2021/02/manfaat-berbagi-peran-di-dalam-rumah/
https://satupersen.net/blog/penyebab-depresi-pada-perempuan
https://www.frontiersin.org/articles/10.3389/fgwh.2020.588372/full
https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20201111113804-255-568443/8-bulan-pandemi-56-persen-ibu-rumah-tangga-alami-stres
https://www.halodoc.com/artikel/in-depth-fakta-kesehatan-mental-ibu-rumah-tangga-dan-ibu-bekerja-yang-perlu-diketahui
https://www.verywellmind.com/pandemic-takes-a-toll-on-women-s-mental-health-5115384
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC1525125/


Tag @puterijasmine6 @bijidzarrah @youknowishurtt @MahesaGhifari @sheidyllic @cicioewxx @fhamsfire @aauliaa13 @SNurhidayani @Ccookk_ @mds_dika @marrythe13th @merilahkemari @sangjuwita @ybas25 @khairaumh @namasayalaut @rfpramsw_ @ariigator @tawakkaI @STN____ @Penadiary1 @mhmn_


@azureclematis @claybirdie11 @priskitiew @syifaghifary @unknown_usn @ciluungg @kelelalay @__pejalan @rdnsyh31 @silumancacing @petrixchors @miyaxzx @ecidcud @puanterkasih @nunnssky @closuremove @indhexxi @gulalimaniez @maudlinamida @syafiraul_ @shaskeey

Baca Juga  Tips Buat Kamu Yang Punya Riwayat GERD

@sukamonolog @skingoldenhour @AdeknyaaNussa @Peronhorgwarts @ryotoadhitya @nabatisyipp @cintabobatime @hiinierden @AyanaRinami @cikidaaaw @satriafakhri_id @runawayyuk @inayyes @emmaarte @tjondrokirono @RezafernandaF @nadhputrii


Spread the love

Leave a Reply