3 Cara Terlihat Kaya dan Berkelas: Wajah, Rambut, dan Gigi

Original thread by Exactly 280 (@Okihita)

Besties, ini penipuan ya. Persepsi atas kekayaan dan status-sosioekonomi itu bukan berdasar baju maupun aksesoris, melainkan:
1. Kulit-wajah mulus
2. Gigi rata-dan-putih
3. Rambut kepala/wajah lebat dan rapi

Ingin tampil berkelas? Habiskan puluhan/ratusan juta rupiah untuk tadi.

 

Kapan-kapan gue mau kasi lihat video ini ke anak-anak perempuanku.


play-rounded-fill

play-rounded-fill

— QRT https://twitter.com/ferdiriva/status/1608313540380614656

Ada konsep “tes litmus”—pertanyaan paling-sederhana untuk mengetahui benar-tidaknya sebuah fenomena kompleks. Ini contoh tes-litmus untuk tahu apakah seseorang high-maintenance:
1) harga sunscreen
2) sesering apa pakai gayung
3) setahun terakhir pakai WC umum paling jorok di mana


Tabir-surya itu unsur paling esensial dari perawatan kulit, setelah sabun dan air bersih. Yang merawat penampilan pasti peduli sunscreen.

Kualitas unsur-perawatan lain (mis. toner, serum, krim-mata, krim-malam, sleeping mask, facial) bisa diperkirakan dari harga/merek sunscreen.


Elemen-eksternal kedua dari kecantikan kulit adalah air bersih. Kalau orangnya tinggal di apartemen—atau kos mahal, kemungkinan besar pengelola apartemennya nambahin penyaring air [yang harganya sampai belasan/puluhan juta] sebelum menyalurkan air ke masing-masing unit apartemen.

3 Cara Terlihat Kaya dan Berkelas: Wajah, Rambut, dan Gigi

Sebagian besar orang Indonesia pakai air PDAM yang disediakan masing-masing pemda, tanpa difilter lagi.

Mutu air PDAM ini beda-beda, tergantung sumber air serta kualitas infrastruktur pemurnian-dan-perpipaan masing-masing daerah. Makin miskin daerahnya, makin rendah mutu airnya.


Makin rendah mutu air, makin gampang kena infeksi mis. eksim, bisul, jerawat, kurap, kudis.

Di daerah yang orang-orangnya mandi di sungai atau danau tanpa sabun, penyakit kulit itu umum banget. Cinta nunjukin lengan sama dada bersih itu artinya dia sanggup beli air super-bersih.


Kalau Besties kena masalah kulit (mis. panu seperti di gambar), padahal rajin mandi, mungkin masalahnya di mutu-air yang kamu pakai mandi-dan-cuci-muka.

Pasang filter-air sendiri, atau pindah ke tempat yang ngasih air-bersih, atau lamar jadi pegawai PDAM dan tingkatkan mutu air.

Baca Juga  Kebiasaan Berikut Bikin Puasa Kamu Tidak Sehat dan Tidak Aman, Hati-hati!


Hey, anyway, no beef towards Cinta Laura ya. Dia secara umum adalah teladan yang baik, kompeten sebagai aktris, dan altruis dalam distribusi kekayaannya.

Dia mendirikan dan membantu-mengelola sekolah di kaki Gunung Salak—bentuk pengamanan supaya tidak bisa dikupas Nia Ramadhani.


Hanya, untuk mencapai spek anime, yang lebih penting itu perawatan wajah-dan-kulit, bukan fesyen. Di 00:28, Cinta bilang, “I just know how to dress expensive in a cheap way.”

For visual-celebrities, the real dress is their skin—and the skincare is not cheap. Jer basuki mawa bea.

Kapan-kapan gue mau kasi lihat video ini ke anak-anak perempuanku.


play-rounded-fill

play-rounded-fill

— QRT https://twitter.com/ferdiriva/status/1608313540380614656

Please, no hatemongering. Cinta benar saat bilang dia nggak merasa high-maintenance, karena dia membandingkan diri dengan sesama high-earner dengan penghasilan >1 miliar/tahun.

Dia nggak sadar dia high-maintenance. Gue itu mengkalibrasi-ulang standarnya untuk populasi Indonesia.

@Okihita Fucking tired sama horang kayah yang trying so hard to be the same level sama orang-orang di bawah level mereka. Ya kalian pake aksesori cebanan tapi tetap naik mobil mewah ke mana-mana, perawatan di klinik mahal, and so on. Peak pencitraan.


— QRT https://twitter.com/LMH1640/status/1609093369216798721

Salah satu kemungkinan bias Cinta dalam menganggap “dia tidak high-maintenance” adalah mengira bahwa air-super-bersih itu fasilitas yang mudah didapatkan oleh semua orang Indonesia.

That’s very untrue. Air super-bersih cuma ada di rumah mewah, kos eksklusif, dan apartemen-mahal.


Gue mau menekankan peran sanitasi dan air-bersih yang sering diabaikan-bobotnya dalam perawatan. Produk skinker-mahal akan kalah kalau air-mandinya kotor atau orangnya tinggal/tidur di ruangan kotor.

Seminggu terakhir gue tinggal 24/7 di kampung adat gue, di Samosir, Danau Toba.

Tak kalah berbahayanya, terjadi juga hidrokolonial di Pulau Samosir ini. Masyarakat asli Batak Toba dipaksa mengonsumsi air minum yang tidak bisa diproduksi sendiri.

Penjajahan atas pangan ini menindas hak-hak adat, menggeser budaya adat untuk minum dari air hujan dan air danau.

Baca Juga  Kisah Jeje Tiktok Pernah Diperkosa Tukang Kebun


— QRT https://twitter.com/Okihita/status/1607632961167581186

Gue biasa pake produk perawatan semi-premium, misalnya:
Sabun muka: COSRX-SADGC (300k)
Sleeping mask: Laneige (600k)
Sampo: Kérastase (1.200k)
Parfum: P. Rabanne (2.500k)

Cuma, masalah-besar tinggal di area perbukitan Pulau Samosir itu satu: air itu komoditas yang sulit didapat.


Wilayah rumah-adat gue nggak bisa dialiri PDAM karena tanahnya berbahan-induk andesit (batuan super-keras hasil magma yang mendadak-beku).

Sampai 20 tahun ke depan pun kayaknya nggak akan ada pipa-air-bersih, karena tanahnya terlalu cadas untuk digali. Terus dapat airnya gimana?


Ngumpulin air-murahnya, dengan cara nampung air hujan. Hasil tampungannya pun agak-kotor, karena nyentuh atap dulu, yang notabene nyimpan tumpukan debu.

Kalau airnya bermutu-rendah, berbagai formula-mewah “Laneige” dan “Banana Boat” pun akan kehilangan kemujaraban. Nggak ngefek.

Salah satu bentuk plastokolonial. Makin banyak saja rumah adat di Samosir yang menggunakan tong-air berbahan plastik. Mungkin dikira kokoh dan ringan, tapi sebenarnya ini adalah bentuk penjajahan material. Membuat orang Samosir tergantung bahan yang tidak bisa diproduksi sendiri.



— QRT https://twitter.com/Okihita/status/1607177066352619520

Selama seminggu, gue tidur di tikar. Leher sempat digigit laba-laba rumah. Mending kalau jadi Spider-Man; ini cuma dapat bentol merah.

Selain itu, tikarnya juga bukan tikar bersih. Hidup di perdesaan itu artinya tidur bareng kutu-kasur. Bangun-bangun kulit gatal dan merah-merah.


Waktu perjalanan ke puncak bukit buat ritual adat, sebagian jalannya itu masih semak-semak. Lengan sama betis gue lecet-berdarah kegores belukar sepanjang jalan. Berbagai kegiatan yang memerlukan penjelajahan-lapangan dan kerja-kasar itu pasti akan membuat penampilan tidak-mulus.


Di dalam rumah adatnya pun, udaranya kotor. Rumah-panggung berbagai etnis Indonesia biasanya bagian-bawahnya dijadikan kandang ternak.

Kadang, kotoran dan urin ternak bisa kecium dari ruangan-utama-rumah. Kalau kamu bisa mencium bau, artinya partikel zat itu ada di sekitar kamu.

Baca Juga  Nostalgia Tayangan TV Buat Bocah Tahun 2000-an


Yang artinya, kalau kamu tidur di tempat yang dari-situ bisa kecium bau tai kebo, selama kamu tidur ya partikel-partikel tai kebo itu melayang-layang di udara, lalu hinggap di kulit dan muka kamu. Bersama seluruh spora-jamur, ribuan bakteri, dan berbagai jenis mikrobiota lainnya.


Hal yang tepat sama terjadi ketika kamu tinggal di kosan yang dekat-got dan air-gotnya meluap sampai kamu bisa cium baunya dari kamar.

Kalau kamu bisa cium bau got, partikel-partikel air-got itu udah lebih duluan nempel di badan dan muka kamu. Bisa memicu berbagai macam infeksi.


Kulit gue akan oke lagi setelah seminggu kembali ke kamar ber-AC, mandi pake air-filtrasi, dan tidur pakai King Koil.

However, please know that environment does play a huge role: AC dengan fitur penyaring-udara, air-mandi super-bersih, serta kamar dan kasur/bantal yang higienis.


So, Besties, I hope you understand better: it’s very hard to attain and sustain a clear skin. Tidak perlu sungkan mengakui bahwa kamu high-maintenance.

Juga, Mbak Cinta itu high-maintenance, cuma dia belum sadar aja bahwa dia high-maintenance, soalnya dia nggak punya pembanding.


Bagaimana cara untuk secara cukup-objektif mengecek apakah seseorang tergolong high-maintenance atau tidak?

Cek sikapnya terhadap penggunaan toilet-umum, menggunakan tes-litmus yang ketiga. Orang high-maintenance akan lebih milih nahan-pipis tiga-jam ketimbang numpang di Emsidi.

Ada konsep “tes litmus”—pertanyaan paling-sederhana untuk mengetahui benar-tidaknya sebuah fenomena kompleks. Ini contoh tes-litmus untuk tahu apakah seseorang high-maintenance:
1) harga sunscreen
2) sesering apa pakai gayung
3) setahun terakhir pakai WC umum paling jorok di mana


— QRT https://twitter.com/Okihita/status/1609097800339554308

Namun Besties, perlukah mencapai spek anime? Bagi gue, perlu. Jika suatu hari gue ketabrak truk dan meninggal, gue punya dua kemungkinan perhentian-selanjutnya:

Jika tidak spek anime, gue ke alam barzakh. Jika gue spek anime, gue akan hidup lagi di isekai. One is clearly better.

Leave a Reply